Share This Blog

Monday, April 21, 2014

Acara Hari Kartini Di Sekolahku

Inilah foto-foto ketika Hari Kartini di sekolahku. Acara berjalan sesuai rencana dan tinggal menunggu pengumumannya, entah hari apa. Untuk kelas tujuh satu kebersihan kelas dapat kubilang oke karena hiasannya sesuai yang perkirakan, lalu fashionshownya tidak terlalu karena ada masalah dengan salah satu pasangannya, dan tumpeng bisa kubilang tidak sesuai dengan yang kuharapkan karena tujuh satu dapat pengurangan nilai dan di-dis gara-gara dua perkara; tumpeng sudah dihias di rumah dan anak-anak perempuan pada bantuin nge-hias ketika lomba padahal lomba tumpeng diperuntukan untuk anak-anak laki-laki. Yah, tapi itu bukan masalah karena yang penting kita sekelas sudah berusaha semaksimal mungkin. Seperti kata orang 'kan? Menang atau kalah tidak mengapa, yang terpenting seberapa keras usaha kita :)
*akhirnya tumpengnya dimakan juga walau kena dikurangin nilainya -_-

Dokumentasi Kelas 71 Ketika Hari Kartini
Sumber: Syahla Aribah


Narsis banget ya... tapi aku kemana?
Foto rame-rame, aku ngumpet dibelakang (?)

Disini juga gak ada aku, fotonya SILAU!

Yang ini foto versi yang gaya aneh-anehnya

Novika dan Cazel

LOL! Foto sama wali kelas 71 tapi ketua kelasnya gak ada lagi (pergi kemana seeh?)

Cazel dan Arif ketika fashionshow

Aku kemana sih?

Akhirnya ini Lulu TJ, Annida, dan AKU

Valin, AKU, Mita, dan Dewi (Akunya jelek banget T_T)

Thursday, April 17, 2014

Persiapan Untuk Hari Kartini

Sebentar lagi hari Kartini, sekolahku mengadakan acara untuk merayakan hari Kartini yaitu dengan lomba menghias tumpeng, fashionshow, dan keindahan kelas. Nah, acara-acara ini akan dilaksanakan hari Senin nanti dan kelasku saat ini super sibuk!

Untuk lomba tumpeng, yang ngehiasnya itu anak-anak lelaki jadi aku (sebagai ketua kelas 71) memilih anak-anak yang kreatif. Aku memutuskan yang ikut lomba itu Fadam, Khalid, Bornando, Andika, dan Anja. Tapi mereka bagian ngehiasnya aja, kalau soal menyiapkannya disuruh anak perempuan yaitu Aufa, Putri, dan anak perempuan lain yang rela membantu.

Untuk fashionshow, ketentuannya ada dua pasangan dan dua single. Dikelas ada empat perempuan dan dua laki-laki, untuk yang single aku memutuskan perannya perempuannya saja. Pemeran perempuannya adalah Syahla, Cazel, Lulu, dan Elsa. Hm, sebenarnya awalnya bukan mereka melainkan aku, Elsa, Cazel, Annida kalau tidak salah. Teman-temanku sudah setuju, tapi tidak jadi. Bukannya aku tidak mau, malah aku mau banget tapi mengingat banyak tugas yang belum kukerjakan aku mengurungnya walau dalam hati kepingin banget, hahaha. Pemeran laki-lakinya adalah Arif dan Eca. Arif berpasangan sama Cazel sedangkan Syahla sama Eca dan perempuan sisanya untuk pemeran single. Nanti yang perempuan akan memakai kebaya, sedangkan yang laki-laki memakai baju jas atau batik. Sedangkan yang tidak fashionshow (seperti aku -_-) akan memakai baju atasan batik bebas dengan bawahan rok atau celana biru.

Kalau soal keindahan kelas, wah ini dia! Kelasku 'kan dekat wc putra jadi kalau tidak bersih sedikit saja akan telihat kumuh dan lusuh. Kelasku juga paling pojok, jadi aku memutuskan untuk merombaknya. Hiasan-hiasan lama bekas semester satu akan dibuang, lalu diganti yang baru, lalu meja akan diberi kertas kado agar coretan-coretan 'sehati' dimeja para siswa akan tertutupi dan terlihat rapih. Dan aku ingin menganti gorden kelasku yang gelap dan entah kenapa mirip dengan model gorden di rumah nenekku di Puncak?

Lalu aku ingin menambah hiasan-hiasan dan memperbaiki gembok yang rusak agar kakak kelas gak main masuk kelas tanpa izin 71 lalu merubah letak meja seenaknya dan membuat teman sekelasku ribut dan protes, "Meja ini bukan punyaku!" atau "Meja ini gak enak!" atau alasan lainnya yang berisi protes dan membuat aku pusing.

Besok aku sudah mengumumkan ke teman-teman kalau Tim Tumpeng 71, Tim Fashionshow 71, pengurus kelas, dan relawan 71 untuk rapat dan merombak kelas. Doakan saja 71 dapat menjadi yang terbaik, ya!

Didepan Pusaran Hitam Yang Misterius?

Didepan pusaran hitam yang misterius, aku gak tahu kenapa aku beri judul itu. Seperti biasa itu ide yang terlintas dibenakku dan karena aku gak tahu nama patung itu. Tanya sama Mbah Google? Lagi gak mood berselancar di Goolge. Jadi inilah pusaran hitam yang misterius.

Foto ini memang sudah lama diambil. Hm, ini disaat aku menemani mama gladi resik buat Srikandi Blogger 2014 di Museum Nasional, Jakarta. Tanggalnya, yah, aku lupa tanggal berapa tepatnya -_-

Tadinya aku mau masuk museumnya, tapi sudah sore dan kita harus pulang buru-buru sebelum hari gelap. Apalagi kita harus naik Transjakarta, kereta api, dan angkutan umum yang dapat mengantar kami pulang ke rumah dari Jakarta ke Depok. Apalagi papi gak bisa jemput, jadi, yah, gak bisa aja :p


Coretan April 2014







Alley Girls

Ini adalah gambar versi manga 'Alley Womans' dan versi mudanya, wkwkwk :D


Salam Kenal :)

Inilah komik yang sudah lama kubuat tapi belum sempat ku posting, untung sekarang bisa ya!

Saturday, April 12, 2014

Lomba Story Telling Se-kota Depok

"Once upon a time, in the north coast of Sumatra, lived a poor woman and his son...," aku latihan untuk lomba story telling diruang BK, tak lupa disertai dengan gerakan yang 'heboh' mendukung cerita yang kubawakan (gak terlalu, sih, habis malu). Lalu setelah selesai giliranku, waktunya Kak Ivana untuk latihan story telling didepan Bu Uswatun, pembimbing kami.

Beberapa hari yang lalu, aku ikut seleksi lomba story telling untuk mewakili sekolah. I'm lucky because aku terseleksi bersama Kak Ivana untuk mewakili sekolahku. Tapi sayangnya, teman sekelasku yang juga direkomendasi oleh guru bahasa Inggris-ku (sama sepertiku) untuk ikut seleksi tidak lolos karena ketentuan dari sekolahnya adalah dua wakil sekolah.

Tema lomba story tellingnya adalah 'legenda'. Aku memilih legenda tentang Malin Kundang sedangkan Kak Ivana memilih legenda tentang Tangkuban Perahu. Setiap hari kami berlatih bersungguh-sungguh, membuat propertinya (Kak Ivana bikin perahu buat ditendang), sampai akhirnya kami sudah menguasai cerita dengan matang dan besoknya akan lomba.

Saat itu aku sudah sangat PD, sudah yakin, walaupun tidak menang aku yakin bakal masuk final. Yah, itu pemikiranku.

"Kamu udah hapalin naskah cerita internasionalnya? Cerita internasionalnya buat babak penyisihan sedangkan yang nasional buat babak final." kata seorang guru bahasa Inggris di sekolahku (tidak mengajar kelasku) sewaktu istirahat. Aku langsung menganga. Mana kutahu ada cerita internasionalnya, hapal juga tidak!

Berita itu mendadak itu membuat aku, Kak Ivana, dan Bu Uswatun kaget. Wah, kami sama sekali belum siap!

Akhirnya aku dan Kak Ivana harus mencari bahan cerita di warnet Kak Ivana yang letaknya tak begitu jauh. Kami pun tidak belajar alias membolos yang sama sekali tidak pernah terpikirkan, lalu angkat kaki ke rumah Kak Ivana.

Aku memilih cerita Sleeping Beauty, sedangkan Kak Ivana memilih cerita Snow White. Setelah selesai, kami kembali ke sekolah lalu mulai menghapal. Kami selesai agak telat dari waktu jam pulang sekolah yang membuatku ditinggal jemputan. Aduh, betapa buruknya hariku. Udah mendadak harus menghapal cerita, gak belajar, ditinggal jemputan, uang habis, dan ojek juga tidak ada! Akhirnya aku terpaksa meminjam uang ke Syahla 2.000 buat naik angkot.

Ketika dirumah, aku berlatih dan menghapal keras ceritanya. Aku ingin menang, apalagi mamaku sudah menyewakan baju adat Minangkabau yang lumayan mahal. Kalau tidak lolos babak final, wah apa kata dunia?

Lalu malamnya aku mendapat pesan dari Kak Ivana kalau besok aku datang ke sekolah pukul setengah enam, buat latihan dan lomba dimulai jam delapan pagi. Aku pun buru-buru tidur karena sudah sangat ngantuk.

Besoknya aku bangun pagi-pagi, kasat-kusut pake baju dress coklat bercorak batik, dan memasukan baju adat kedalam tas karena siapa tahu masuk final?

Aku berangkat diantar papi pagi sekali. Sampai disekolah tepat pukul setengah enam dan belum ada siapa-siapa. Aku meminta papi buat nunggu aku sampai Kak Ivana datang tapi sampai jam enam kurang kakak cantik itu belum tampak juga. Wah, kemana ya?

Lalu datanglah seorang kakak, tapi bukan Kak Ivana melainkan kakak kelas yang dulu mewakili sekolah lomba story telling. Tapi yang kuheranin, aku dan Kak Ivana bikin janji sama kakak kelas perempuan (tapi bukan yang mewakili sekolah lomba story telling tapi lomba mendongeng bahasa Sunda) bukan sama kakak kelas laki-laki yang dulu mewakili sekolah story telling. Memangnya diubah janjinya, ya?

Aduh, Kak Ivana kemana, sih? Aku semakin khawatir apalagi ketika papi meninggalkanku sendirian. Tapi akhirnya Kak Ivana datang juga sekitar jam enam lewat memakai gaun putih dan tampil cantik sekali.

"Aduh, propertiku kutinggal di kelas. Sekolahnya digembok." Lalu kami meminta kunci gembok sama Pak Satpam yang rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah. Setelah Kak Ivana mengambil propertinya kami latihan di kelas 76 bersama kakak kelas, yang bernama Kak Fiqih. Ternyata kakak perempuan yang kami minta tidak bisa datang jadi, ya, tidak apa-apa.

Kami latihan sampai pukul setengah delapan. Karena baru sehari menghapal cerita internasionalnya, aku sering mengulang-ngulang kalimat yang sama lalu kurang eskpresif karena gugup. Menurutku Kak Ivana jauh lebih hapal dibanding aku karena dia tidak begitu sering mengulang kata. Ketika latihan pun, suaraku sering mendadak serak yang menandakan kalau suaraku mau habis. Haduuh... -_-

Ketika latihan selesai, ternyata diluar hujan! Ya, hujan. Sebuah fenomena yang tidak terpikirkan sebelumnya, kami pun terpaksa menunggu sampai mobil Kak Ivana datang menjemput. Seperti awal kesekepakatan, aku berangkat bareng dengan Kak Ivana karena tidak ada yang bisa mengantarku (Papi harus ujian soalnya).

Setelah mobilnya datang, kami berterima kasih sama Kak Fiqih atas bimbingannya lalu naik mobil. Sebelum ke lokasi lombanya, yaitu di SMPN 4 Depok, kami ke rumah Kak Ivana dulu buat menjemput keluarga Kak Ivana dan teman-teman kakaknya. Habis itu baru deh cabut!

Aku berterima kasih kepada Tuhan karena perjalanannya tidak macet, dan tidak terlalu terlambat sampai di SMPN 4. Sesampainya disana, kami mengambil undian nomor peserta kami dan ternyata aku dan Kak Ivana beda ruangan! Aku di ruang E dan mendapat giliran ke 5 sedangkan Kak Ivana mendapat ruang G dengan nomor urut pertama. Huwaa, yang jelas kami benar-benar merasa deg-degan tapi untungnya ada ibu Kak Ivana yang menemani kami.

Setelah upacara pembukaan selesai, aku dan Kak Ivana berpisah. Aku pergi menuju ruanganku, yaitu ruang E. Disana kira-kira ada sekitar 15 peserta, dan salah satunya berasal dari SMPN 02 Depok, sekolah menengah pertama terfavorit di Depok. Jujur saja, aku sangat kagum apalagi sepertinya persiapannnya sangat matang.

Ketika para juri sudah memasuki ruangan, kami diberi pengarahan terdahulu. Batas waktu yang kami miliki untuk bercerita adalah 6 menit, sedangkan untuk persiapannya 4 menit. Dalam hati, aku gugup sekali apalagi lombanya sudah dimulai!

Peserta pertama, bercerita tentang Pororo dan Poby yang mau camping. Awalnya dia ikut bernyanyi lagu kartun kesukaan adikku itu. Pada dasarnya, itu tidak aneh 'kan itu kreativitas mereka.

Perlahan-lahan setiap peserta tampil sampai akhirnya giliranku! Aku gugup sekali, badanku gemetaran hebat, yang jelas susah dirangkai dengan kata-kata tapi yang pasti aku GUGUP! Aku pun mulai membawakan ceritaku setelah penyambutan.

"Once upon a time, in a far far away kingdom, there lived a good king and his queen. They had no children for many years, and were very sad. Until on day, the queen gave birth a lovely baby girl and the...," aku bercerita didepan dengan tubuh gemetaran. Aku sangat gugup, tapi aku tidak boleh lupa untuk tersenyum (bukan senyum pepsodent lho...). Aku meniru suara nenek-nenek ketika penyihir tua mengutuk sang putri, lalu meniru suara peri baik (bayangkan sajalah sendiri suaranya seperti apa) lalu suara sang putri, dan pangeran, dan lain-lain. Aku ingat sekali, ketika aku menceritakan ketika sang putri menyentuh jarum pemintal lalu terjatuh ke tanah dalam keadaan tertidur, aku sengaja menjatuhkan diri yang membuat peserta lainnya kaget. Nah, ketika terjatuh aku seharusnya mengatakan, "in a deep slumber." tapi karena gugup aku lupa dan mengulang-ngulang kalimatnya. Huwaa, itu gara-gara aku sangat gugup, sampai-sampai tidak bisa berhenti gemetaran T_T

Setelah penampilanku selesai, aku menunggu sampai semua peserta lainnya tampil seraya memakan makanan yang sudah disiapkan panitia. Menurutku banyak yang penampilannya bagus, dan adapula yang kurang. Yang favoritku adalah seorang peserta perempuan yang menceritakan tentang Red Riding Hood dengan aksen Inggris, dan peserta dari SMPN 2 yang menceritakan tentang Putri Kaguya dan benar saja, penampilannya matang sekali tapi sayang aku lupa namanya.

Setelah semua peserta tampil, kita beristirahat sambil menunggu pengumuman para finalis. Aku dan Kak Ivana pun berkumpul lagi. Kami pergi ke kantin lalu memesan makanan. Ketika sedang enak-enaknya makan, panitia mengumumankan para finalisnya! Dan ternyata, jeng...jeng...jeng, namaku dan nama Kak Ivana tidak masuk final! Kecewa, sih, kecewa banget, tapi bagaimana lagi?

Setelah puas foto-foto (hehehe), mengambil sertifikat, kami pulang dengan taxi. Jujur saja, aku kecewa sekali apalagi aku jarang ikut lomba. Paling-paling cuma lomba menggambar sewaktu SD, itupun sudah agak lupa. Hm, aku memang sering ikut lomba yang mama ikutin, tapi kalau sekolah jarang. Aku kecewa sekali, karena tidak memakai baju adat yang sudah disewakan mamaku. Paling tidak, kalu tidak menang, masuk final gitu biar bajunya dipakai, hehehe.... Tapi kata orangtuaku tidak apa-apa karena aku sudah mendapat sebuah pengalaman yang berharga. Toh, kata teman-teman paling juga tahun depan masih bisa ikut lagi.

Tuesday, April 8, 2014

Alley Womans



Hai, ketemu lagi denganku :) Hari ini aku mengambar lewat komputer lagi. Gambar ini kuberi nama Alley Womans. Aku gak tahu kenapa kuberi nama tersebut, yah, itu judul yang terlintas dalam benakku dan tidak ada lagi judul yang terpikirkan olehku. Jadi, yah, inilah karyaku Alley Womans ;)