Share This Blog

Friday, November 28, 2014

Apa Kabar?

Halo :D :D Ketemu lagi sama aku, Asyah. Hehehe~

Kalau aku lihat-lihat, udah lamaaa banget gak update blog (gak lama banget sih) karena postingan terakhirnya bulan September. Sedih ya T_T
Soalnya, selain sibuk banyak tugas, aku juga gak punya ide mau nulis apa.

Hmmm, gimana kabarku akhir-akhir ini? Tenang aja, lagi baik kok ;) Cuma, ya, agak-agak pilek dan sakit tenggorokan. Maklumlah, lagi musim hujan hehehe...

Musim hujan! Bagi aku, musim hujan itu punya kerugian dan keuntungan. Kerugiannya apa? Yaitu jalanan becek, baju gak kering, kalau lagi belajar suka ada bocor-bocor sedikitlah di kelas, terus kalau jam pulang sekolah hujan pasti ribet-ribet gimana gitu... kayak tas sekolah dipakaikan jas hujan (sekarang kan zaman tas ada jas hujannya), buka sepatu (kalau basah, besok sekolah pake sepatu apa? masih mending kalau besok libur), buku-buku diplastikin (antisipasi dobel!), pakai sendal (kalau bawa), pakai jaket, buka payung, dan panik-panik kalau hujan semakin lebat (khusus buat yang suka hujan-hujanan, ya, mereka gak panik. Paling besok sakit).

Dan apa keuntungannya? Persediaan air melimpah, adem-adem gimana gitu, dan rasa senang luarbiasa ketika upacara batal karena hujan (katanya sih karena gak perlu mendengarkan pidato panjang kali lebar kali boring, hehehe).

Lepas dari musim hujan, aku bersyukur karena berhasil kembali berada di kelas unggulan. Yeay!

Sekarang aku sudah kelas 8, dan tahun ini aku bisa berkenalan dengan teman-teman baru (masih ada teman sekelas waktu kelas 7) serta guru-guru baru. Menyenangkan, deh. Tapi lepas dari rasa senang, aku harus belajar lebih giat lagi agar bisa menjadi terbaik di kelas dan juga mengerjakan banyak tugas dari guru apalagi sekarang sudah kurikulum 2013. Tambah-tambah deh, hahaha...

Oh, ya, sekarang guru Bahasa Indonesia yang mengajar kelasku adalah Ibu Dra.Royati atau Bu Roy. Menurut aku, Bu Roy guru yang baik. Aku juga suka cara mengajar beliau. Hanya saja, sekarang guru favoritku yaitu guru Bahasa Indonesia waktu kelas 7, Bu Rumita pindah alias dirotasi.

Lalu ada guru Bahasa Inggris dari sekolah lain yang sekarang mengajar kelasku. Namanya Ibu Devi Zubaedah, S.Pd. atau panggilannya Ma'am Devi.

Kalau kata aku, Ma'am Devi itu guru yang asyik sekali juga lucu. Beliau mengajar dalam bahasa Inggris, tentu saja. Menurut teman-temanku, Ma'am Devi itu lihai bermain drama, hehehe... jadi kami suka meminta Ma'am Devi buat ngerjain teman sekelas kita yang sedang ulang tahun dan ketika ada jam pelajaran Bahasa Inggris.

Sudah ada dua anak yang dikerjai ketika ulang tahun oleh "drama" Ma'am Devi dan dua-duanya sukses, hehehe... :D :D Aduh, semoga aja ketika aku ulang tahun tidak ada jam pelajaran Ma'am Devi hohoho~

Oh, ya aku juga ingat, naskah cerita novelku sudah jadi lho! Judulnya "The Mystery Solver Club" tapi belum juga dikirim-kirim dari bulan Juni padahal persyaratannya sudah aku penuhi semua. Kata mama, buat menarik perhatian editornya aku bikin cover bukunya aja karena aku bisa gambar. Jadi nanti dibuat kayak buku yang udah diterbitin gitu, tapi aku gak punya ide dan malas banget buat gambar. Habisnya, ceritanya kan tentang sekumpulan anak yang senang memecahkan misteri artinya aku harus gambar sekumpulan anak. Haduh, malas banget. Kalau boleh jujur, aku udah buat tapi belum diwarnain. Tokoh-tokoh yang kugambar sama sekali tidak mendekati khayalanku dan agak mirip satu sama lain. Kalau diperhatikan, membosankan deh!

Mungkin sampai di sini saja ceritaku, ya! Soalnya aku mau makan siang dan browsing soal-soal latihan  karena tanggal 8 nanti aku udah ujian semester 1! Huwaa, semoga nilaiku diatas 9 semua, Amiin. Doakan aku ya, semangat!

Saturday, September 20, 2014

Coretan Lama Yang Belum Di-posting

 Hai, udah lama aku gak update blog aku :D Gambar-gambar aku pun pada numpuk semua, hehe :D Sebenarnya udah banyak banget, tapi aku belum sempet foto-in satu-satu dan bluetooth ke laptop.






Saturday, May 10, 2014

Coretan Komputer Lainnya


Donut

Sebenarnya aku udah lama banget bisa bikin donut, cara-caranya diajarin Nenek Cipanas liburan yang lalu. Waktu pertama kali bikin, isinya bantet terus keras. Tapi sekarang sudah empuk dan matang (tapi kalau adonannya salah suka bantet). Seperti hari ini, aku bikin donat. Bahagianya karena donatnya empuk dan matang, yah walaupun gak manis karena gula abis :D

Cara membuat donat ala Asyah:

Bahan-bahan:
300 gram  tepung terigu (kalau aku biasa hitung dengan gelas kecil 3 kali)
1 sdt garam
4 sdm gula
150 ml susu hangat (kalau aku pakai susu cair kemasan kecil rasa plain atau vanilla)
1 butir telur
1/2 bungkus ragi instan 11 gram
2 sdm mentega
1 sdm minyak
Sebuah baskom
Loyang

Langkah-langkah:
1). Pertama-tama siapkan bahan-bahannya. Lalu masukkan terigu, garam, gula, dan ragi dalam baskom dan aduk rata.

Tepung terigu yang sudah dicampur dengan garam, gula, dan ragi.
2). Setelah rata, pecahkan telur lalu aduk bersama tepung terigu yang sudah tercampur dengan garam, gula, dan ragi. Masukkan mentega, dan tuangkan susu dengan perlahan sambil diaduk dengan tangan sampai kalis.

Adonan yang sudah kalis
3). Jika adonan sudah kalis, diamkan ditempat tertutup (dibawah lap basah) sampai mengembang (sekitar 40 menit).
4). Kalau sudah mengembang, siapkan loyang yang sudah dilumuri minyak (jangan banyak-banyak). Setelah itu bagi menjadi beberapa bagian, buat menjadi bentuk donat. Diamkan lagi selama 10 menit.
5). Setelah 10 menit, goreng adonan donat dalam minyak panas dan api kecil. Jadi, deh!

Ini donat buatanku
Oh, ya, kalau kalian mau pake topping atau hiasan, bisa lho :) Kalau hari ini aku pakai krim coklat buat diatas donatnya, sayang agak cair :(

Tokoh 'Serial Kelas 71' (bagian 3)

Perkenalkan, Achun'Neh' :D

Bernama asli Asun Chapchay (baca: Shiapshay). Dia temannya Suneh, Camle, dan Keke Nilla. Achun'Neh' juga sangat populer, lho karena dia pintar dan keren. Tapi, sst... sebenarnya gak ada yang tahu kalau Achun'Neh' itu juga aneh dan cengeng :D




Tokoh 'Serial Kelas 71' (bagian 2)

Ini Camylia Anderson, yang biasa dipanggil Camle oleh teman-teman. Camle itu berdarah Eropa-Indonesia, dan enggak sekelas sama Suneh, Achun'neh', dan Keke Nilla tepatnya dari kelas sebelah.


Tokoh 'Serial Kelas 71' yang baru

Namanya Ester Estella Castella Vanilla Escesen dipanggil Keke Nilla. Keke itu singkatan dari Ketua Kelas, karena dia emang ketua kelas :D

Hm, karena Keke Nilla tokoh baru (tokoh lama: Suneh, Achun, dan Camle. Tapi Achun dan Camle belum kugambar, hehe) jadi mungkin baru muncul di serial selanjutnya :)


Friday, May 9, 2014

Ketika Libur...

Kemarin dari tanggal 5 sampai 8 Mei, kakak kelas 9 UN maka kelas 7 dan 8 pun libur. Menurut aku kalau libur itu ada enak dan gak enaknya. Enak karena, ya, libur. Gak enak, ya, karena gak tahu mau ngapain karena terus-terusan ada dirumah. Yang enak itu Papi, ada kerjaan ke luar pulau, yaitu ke Bali dan dekat dengan Pantai Kuta T_T

Hm, jadi seminggu ini aku ngapain ya? Hari Sabtu aku nonton drama Korea marathon 'Reply 1994', hari Minggu entah ngapain, hari Senin jagain Maira, hari Selasa jagain Maira (lagi), hari Rabu jagain Maira (lagi dan lagi), hari Kamis nonton TV (Maira dibawa Mama ke sekolah Moses karena ada rapat orangtua murid), hari Jumat aku masuk sekolah lagi. Kejepit banget, ya? Apalagi sekolahku hari Sabtu dan Minggu libur, mending diliburin aja, ya... tapi mau ngapain?

Sebenarnya ketika hari libur, kerjaan aku sama aja. Bangun jam 6-an, lalu Mama pergi nganterin Moses sekolah dan aku jagain Maira (sambil nonton), nanti jam 8-an Mama pulang lalu pergi lagi jemput Moses(aku jagain Maira lagi sambil nonton), Mama dan Moses pulang aku nulis cerita untuk novelku sampai capek baru selesai, terus tidur siang, bangun-bangun mandi terus lanjutin nulis lagi (hari libur kemarin, pulsa internetnya habis jadi Mama gak pakai laptopnya), selesainya malam sekitar jam 9-an, terus ngapain dulu baru tidur :)

Tapi, walaupun kerjaannya sama tetap ada bedanya. Misalnya hari Selasa dan Rabu, aku bikin donat. Lalu hari Kamis, papi pulang dan aku gak buka laptop, dan lain-lain :)

Hari ini aku masuk lagi, dan kelasku...kotor sekali! Bau bagkai gara-gara bahan praktek Bahasa Inggris-nya busuk! Tapi mau gimana lagi? 'Kan ditinggal seminggu, terus gak boleh dibawa pulang... :D

Tokoh 'Serial Kelas 71' (bagian 1)

Karena bingung mau cerita apa, aku posting gambar yang kugamba kemarin aja yaa :)

Sekilas info tentang Suneh:
Suneh adalah salah satu nama karakter dalam komik 'Serial Kelas 71' yang kubuat dimading kelasku. Suneh yang bernama lengkap Sune Wolehha, adalah seorang gadis (beneran lho) yang cuek, jutek, jarang ngomong, gak mudah percaya, dan aneh. Suneh berteman dekat dengan Achun'neh' dan Camle, salah satu karakter (aneh pula) di 'Serial Kelas 71'.

Karena belum sempat kufoto atau nge-scan komik 'Serial Kelas 71', aku tidak bisa mem-postnya di blog untuk sekarang. Hm, mungkin lain kali yah... :-)

Monday, April 21, 2014

Acara Hari Kartini Di Sekolahku

Inilah foto-foto ketika Hari Kartini di sekolahku. Acara berjalan sesuai rencana dan tinggal menunggu pengumumannya, entah hari apa. Untuk kelas tujuh satu kebersihan kelas dapat kubilang oke karena hiasannya sesuai yang perkirakan, lalu fashionshownya tidak terlalu karena ada masalah dengan salah satu pasangannya, dan tumpeng bisa kubilang tidak sesuai dengan yang kuharapkan karena tujuh satu dapat pengurangan nilai dan di-dis gara-gara dua perkara; tumpeng sudah dihias di rumah dan anak-anak perempuan pada bantuin nge-hias ketika lomba padahal lomba tumpeng diperuntukan untuk anak-anak laki-laki. Yah, tapi itu bukan masalah karena yang penting kita sekelas sudah berusaha semaksimal mungkin. Seperti kata orang 'kan? Menang atau kalah tidak mengapa, yang terpenting seberapa keras usaha kita :)
*akhirnya tumpengnya dimakan juga walau kena dikurangin nilainya -_-

Dokumentasi Kelas 71 Ketika Hari Kartini
Sumber: Syahla Aribah


Narsis banget ya... tapi aku kemana?
Foto rame-rame, aku ngumpet dibelakang (?)

Disini juga gak ada aku, fotonya SILAU!

Yang ini foto versi yang gaya aneh-anehnya

Novika dan Cazel

LOL! Foto sama wali kelas 71 tapi ketua kelasnya gak ada lagi (pergi kemana seeh?)

Cazel dan Arif ketika fashionshow

Aku kemana sih?

Akhirnya ini Lulu TJ, Annida, dan AKU

Valin, AKU, Mita, dan Dewi (Akunya jelek banget T_T)

Thursday, April 17, 2014

Persiapan Untuk Hari Kartini

Sebentar lagi hari Kartini, sekolahku mengadakan acara untuk merayakan hari Kartini yaitu dengan lomba menghias tumpeng, fashionshow, dan keindahan kelas. Nah, acara-acara ini akan dilaksanakan hari Senin nanti dan kelasku saat ini super sibuk!

Untuk lomba tumpeng, yang ngehiasnya itu anak-anak lelaki jadi aku (sebagai ketua kelas 71) memilih anak-anak yang kreatif. Aku memutuskan yang ikut lomba itu Fadam, Khalid, Bornando, Andika, dan Anja. Tapi mereka bagian ngehiasnya aja, kalau soal menyiapkannya disuruh anak perempuan yaitu Aufa, Putri, dan anak perempuan lain yang rela membantu.

Untuk fashionshow, ketentuannya ada dua pasangan dan dua single. Dikelas ada empat perempuan dan dua laki-laki, untuk yang single aku memutuskan perannya perempuannya saja. Pemeran perempuannya adalah Syahla, Cazel, Lulu, dan Elsa. Hm, sebenarnya awalnya bukan mereka melainkan aku, Elsa, Cazel, Annida kalau tidak salah. Teman-temanku sudah setuju, tapi tidak jadi. Bukannya aku tidak mau, malah aku mau banget tapi mengingat banyak tugas yang belum kukerjakan aku mengurungnya walau dalam hati kepingin banget, hahaha. Pemeran laki-lakinya adalah Arif dan Eca. Arif berpasangan sama Cazel sedangkan Syahla sama Eca dan perempuan sisanya untuk pemeran single. Nanti yang perempuan akan memakai kebaya, sedangkan yang laki-laki memakai baju jas atau batik. Sedangkan yang tidak fashionshow (seperti aku -_-) akan memakai baju atasan batik bebas dengan bawahan rok atau celana biru.

Kalau soal keindahan kelas, wah ini dia! Kelasku 'kan dekat wc putra jadi kalau tidak bersih sedikit saja akan telihat kumuh dan lusuh. Kelasku juga paling pojok, jadi aku memutuskan untuk merombaknya. Hiasan-hiasan lama bekas semester satu akan dibuang, lalu diganti yang baru, lalu meja akan diberi kertas kado agar coretan-coretan 'sehati' dimeja para siswa akan tertutupi dan terlihat rapih. Dan aku ingin menganti gorden kelasku yang gelap dan entah kenapa mirip dengan model gorden di rumah nenekku di Puncak?

Lalu aku ingin menambah hiasan-hiasan dan memperbaiki gembok yang rusak agar kakak kelas gak main masuk kelas tanpa izin 71 lalu merubah letak meja seenaknya dan membuat teman sekelasku ribut dan protes, "Meja ini bukan punyaku!" atau "Meja ini gak enak!" atau alasan lainnya yang berisi protes dan membuat aku pusing.

Besok aku sudah mengumumkan ke teman-teman kalau Tim Tumpeng 71, Tim Fashionshow 71, pengurus kelas, dan relawan 71 untuk rapat dan merombak kelas. Doakan saja 71 dapat menjadi yang terbaik, ya!

Didepan Pusaran Hitam Yang Misterius?

Didepan pusaran hitam yang misterius, aku gak tahu kenapa aku beri judul itu. Seperti biasa itu ide yang terlintas dibenakku dan karena aku gak tahu nama patung itu. Tanya sama Mbah Google? Lagi gak mood berselancar di Goolge. Jadi inilah pusaran hitam yang misterius.

Foto ini memang sudah lama diambil. Hm, ini disaat aku menemani mama gladi resik buat Srikandi Blogger 2014 di Museum Nasional, Jakarta. Tanggalnya, yah, aku lupa tanggal berapa tepatnya -_-

Tadinya aku mau masuk museumnya, tapi sudah sore dan kita harus pulang buru-buru sebelum hari gelap. Apalagi kita harus naik Transjakarta, kereta api, dan angkutan umum yang dapat mengantar kami pulang ke rumah dari Jakarta ke Depok. Apalagi papi gak bisa jemput, jadi, yah, gak bisa aja :p


Coretan April 2014







Alley Girls

Ini adalah gambar versi manga 'Alley Womans' dan versi mudanya, wkwkwk :D


Salam Kenal :)

Inilah komik yang sudah lama kubuat tapi belum sempat ku posting, untung sekarang bisa ya!

Saturday, April 12, 2014

Lomba Story Telling Se-kota Depok

"Once upon a time, in the north coast of Sumatra, lived a poor woman and his son...," aku latihan untuk lomba story telling diruang BK, tak lupa disertai dengan gerakan yang 'heboh' mendukung cerita yang kubawakan (gak terlalu, sih, habis malu). Lalu setelah selesai giliranku, waktunya Kak Ivana untuk latihan story telling didepan Bu Uswatun, pembimbing kami.

Beberapa hari yang lalu, aku ikut seleksi lomba story telling untuk mewakili sekolah. I'm lucky because aku terseleksi bersama Kak Ivana untuk mewakili sekolahku. Tapi sayangnya, teman sekelasku yang juga direkomendasi oleh guru bahasa Inggris-ku (sama sepertiku) untuk ikut seleksi tidak lolos karena ketentuan dari sekolahnya adalah dua wakil sekolah.

Tema lomba story tellingnya adalah 'legenda'. Aku memilih legenda tentang Malin Kundang sedangkan Kak Ivana memilih legenda tentang Tangkuban Perahu. Setiap hari kami berlatih bersungguh-sungguh, membuat propertinya (Kak Ivana bikin perahu buat ditendang), sampai akhirnya kami sudah menguasai cerita dengan matang dan besoknya akan lomba.

Saat itu aku sudah sangat PD, sudah yakin, walaupun tidak menang aku yakin bakal masuk final. Yah, itu pemikiranku.

"Kamu udah hapalin naskah cerita internasionalnya? Cerita internasionalnya buat babak penyisihan sedangkan yang nasional buat babak final." kata seorang guru bahasa Inggris di sekolahku (tidak mengajar kelasku) sewaktu istirahat. Aku langsung menganga. Mana kutahu ada cerita internasionalnya, hapal juga tidak!

Berita itu mendadak itu membuat aku, Kak Ivana, dan Bu Uswatun kaget. Wah, kami sama sekali belum siap!

Akhirnya aku dan Kak Ivana harus mencari bahan cerita di warnet Kak Ivana yang letaknya tak begitu jauh. Kami pun tidak belajar alias membolos yang sama sekali tidak pernah terpikirkan, lalu angkat kaki ke rumah Kak Ivana.

Aku memilih cerita Sleeping Beauty, sedangkan Kak Ivana memilih cerita Snow White. Setelah selesai, kami kembali ke sekolah lalu mulai menghapal. Kami selesai agak telat dari waktu jam pulang sekolah yang membuatku ditinggal jemputan. Aduh, betapa buruknya hariku. Udah mendadak harus menghapal cerita, gak belajar, ditinggal jemputan, uang habis, dan ojek juga tidak ada! Akhirnya aku terpaksa meminjam uang ke Syahla 2.000 buat naik angkot.

Ketika dirumah, aku berlatih dan menghapal keras ceritanya. Aku ingin menang, apalagi mamaku sudah menyewakan baju adat Minangkabau yang lumayan mahal. Kalau tidak lolos babak final, wah apa kata dunia?

Lalu malamnya aku mendapat pesan dari Kak Ivana kalau besok aku datang ke sekolah pukul setengah enam, buat latihan dan lomba dimulai jam delapan pagi. Aku pun buru-buru tidur karena sudah sangat ngantuk.

Besoknya aku bangun pagi-pagi, kasat-kusut pake baju dress coklat bercorak batik, dan memasukan baju adat kedalam tas karena siapa tahu masuk final?

Aku berangkat diantar papi pagi sekali. Sampai disekolah tepat pukul setengah enam dan belum ada siapa-siapa. Aku meminta papi buat nunggu aku sampai Kak Ivana datang tapi sampai jam enam kurang kakak cantik itu belum tampak juga. Wah, kemana ya?

Lalu datanglah seorang kakak, tapi bukan Kak Ivana melainkan kakak kelas yang dulu mewakili sekolah lomba story telling. Tapi yang kuheranin, aku dan Kak Ivana bikin janji sama kakak kelas perempuan (tapi bukan yang mewakili sekolah lomba story telling tapi lomba mendongeng bahasa Sunda) bukan sama kakak kelas laki-laki yang dulu mewakili sekolah story telling. Memangnya diubah janjinya, ya?

Aduh, Kak Ivana kemana, sih? Aku semakin khawatir apalagi ketika papi meninggalkanku sendirian. Tapi akhirnya Kak Ivana datang juga sekitar jam enam lewat memakai gaun putih dan tampil cantik sekali.

"Aduh, propertiku kutinggal di kelas. Sekolahnya digembok." Lalu kami meminta kunci gembok sama Pak Satpam yang rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah. Setelah Kak Ivana mengambil propertinya kami latihan di kelas 76 bersama kakak kelas, yang bernama Kak Fiqih. Ternyata kakak perempuan yang kami minta tidak bisa datang jadi, ya, tidak apa-apa.

Kami latihan sampai pukul setengah delapan. Karena baru sehari menghapal cerita internasionalnya, aku sering mengulang-ngulang kalimat yang sama lalu kurang eskpresif karena gugup. Menurutku Kak Ivana jauh lebih hapal dibanding aku karena dia tidak begitu sering mengulang kata. Ketika latihan pun, suaraku sering mendadak serak yang menandakan kalau suaraku mau habis. Haduuh... -_-

Ketika latihan selesai, ternyata diluar hujan! Ya, hujan. Sebuah fenomena yang tidak terpikirkan sebelumnya, kami pun terpaksa menunggu sampai mobil Kak Ivana datang menjemput. Seperti awal kesekepakatan, aku berangkat bareng dengan Kak Ivana karena tidak ada yang bisa mengantarku (Papi harus ujian soalnya).

Setelah mobilnya datang, kami berterima kasih sama Kak Fiqih atas bimbingannya lalu naik mobil. Sebelum ke lokasi lombanya, yaitu di SMPN 4 Depok, kami ke rumah Kak Ivana dulu buat menjemput keluarga Kak Ivana dan teman-teman kakaknya. Habis itu baru deh cabut!

Aku berterima kasih kepada Tuhan karena perjalanannya tidak macet, dan tidak terlalu terlambat sampai di SMPN 4. Sesampainya disana, kami mengambil undian nomor peserta kami dan ternyata aku dan Kak Ivana beda ruangan! Aku di ruang E dan mendapat giliran ke 5 sedangkan Kak Ivana mendapat ruang G dengan nomor urut pertama. Huwaa, yang jelas kami benar-benar merasa deg-degan tapi untungnya ada ibu Kak Ivana yang menemani kami.

Setelah upacara pembukaan selesai, aku dan Kak Ivana berpisah. Aku pergi menuju ruanganku, yaitu ruang E. Disana kira-kira ada sekitar 15 peserta, dan salah satunya berasal dari SMPN 02 Depok, sekolah menengah pertama terfavorit di Depok. Jujur saja, aku sangat kagum apalagi sepertinya persiapannnya sangat matang.

Ketika para juri sudah memasuki ruangan, kami diberi pengarahan terdahulu. Batas waktu yang kami miliki untuk bercerita adalah 6 menit, sedangkan untuk persiapannya 4 menit. Dalam hati, aku gugup sekali apalagi lombanya sudah dimulai!

Peserta pertama, bercerita tentang Pororo dan Poby yang mau camping. Awalnya dia ikut bernyanyi lagu kartun kesukaan adikku itu. Pada dasarnya, itu tidak aneh 'kan itu kreativitas mereka.

Perlahan-lahan setiap peserta tampil sampai akhirnya giliranku! Aku gugup sekali, badanku gemetaran hebat, yang jelas susah dirangkai dengan kata-kata tapi yang pasti aku GUGUP! Aku pun mulai membawakan ceritaku setelah penyambutan.

"Once upon a time, in a far far away kingdom, there lived a good king and his queen. They had no children for many years, and were very sad. Until on day, the queen gave birth a lovely baby girl and the...," aku bercerita didepan dengan tubuh gemetaran. Aku sangat gugup, tapi aku tidak boleh lupa untuk tersenyum (bukan senyum pepsodent lho...). Aku meniru suara nenek-nenek ketika penyihir tua mengutuk sang putri, lalu meniru suara peri baik (bayangkan sajalah sendiri suaranya seperti apa) lalu suara sang putri, dan pangeran, dan lain-lain. Aku ingat sekali, ketika aku menceritakan ketika sang putri menyentuh jarum pemintal lalu terjatuh ke tanah dalam keadaan tertidur, aku sengaja menjatuhkan diri yang membuat peserta lainnya kaget. Nah, ketika terjatuh aku seharusnya mengatakan, "in a deep slumber." tapi karena gugup aku lupa dan mengulang-ngulang kalimatnya. Huwaa, itu gara-gara aku sangat gugup, sampai-sampai tidak bisa berhenti gemetaran T_T

Setelah penampilanku selesai, aku menunggu sampai semua peserta lainnya tampil seraya memakan makanan yang sudah disiapkan panitia. Menurutku banyak yang penampilannya bagus, dan adapula yang kurang. Yang favoritku adalah seorang peserta perempuan yang menceritakan tentang Red Riding Hood dengan aksen Inggris, dan peserta dari SMPN 2 yang menceritakan tentang Putri Kaguya dan benar saja, penampilannya matang sekali tapi sayang aku lupa namanya.

Setelah semua peserta tampil, kita beristirahat sambil menunggu pengumuman para finalis. Aku dan Kak Ivana pun berkumpul lagi. Kami pergi ke kantin lalu memesan makanan. Ketika sedang enak-enaknya makan, panitia mengumumankan para finalisnya! Dan ternyata, jeng...jeng...jeng, namaku dan nama Kak Ivana tidak masuk final! Kecewa, sih, kecewa banget, tapi bagaimana lagi?

Setelah puas foto-foto (hehehe), mengambil sertifikat, kami pulang dengan taxi. Jujur saja, aku kecewa sekali apalagi aku jarang ikut lomba. Paling-paling cuma lomba menggambar sewaktu SD, itupun sudah agak lupa. Hm, aku memang sering ikut lomba yang mama ikutin, tapi kalau sekolah jarang. Aku kecewa sekali, karena tidak memakai baju adat yang sudah disewakan mamaku. Paling tidak, kalu tidak menang, masuk final gitu biar bajunya dipakai, hehehe.... Tapi kata orangtuaku tidak apa-apa karena aku sudah mendapat sebuah pengalaman yang berharga. Toh, kata teman-teman paling juga tahun depan masih bisa ikut lagi.

Tuesday, April 8, 2014

Alley Womans



Hai, ketemu lagi denganku :) Hari ini aku mengambar lewat komputer lagi. Gambar ini kuberi nama Alley Womans. Aku gak tahu kenapa kuberi nama tersebut, yah, itu judul yang terlintas dalam benakku dan tidak ada lagi judul yang terpikirkan olehku. Jadi, yah, inilah karyaku Alley Womans ;)

Saturday, March 22, 2014

Foto-foto



Hari ini aku iseng foto-foto menggunakan webcam. Terus fotonya di-edit sama mama jadi begini, deh :)

Gambar Di Komputer Lagi

Hai, hai, jumpa lagi denganku, Asyah :) Belum lama ini aku menggambar lagi di software Paint. Hm, sebenarnya sudah lama, sih, tapi aku lupa terus untuk mempostingnya. Jadi, selagi  ingat aku post-kan saja.

Oh, ya, gambarku yang kali ini lebih mending daripada yang sebelumnya, berantakan! Huh, apalagi ketika gambar Ranmaru Kirino, jagoanku dari serial anime Inazuma Eleven Go!

Tapi, yang bikin aku kesal adalah matanya tertutup satu lagi alias sedang berkedip! Yah, menurutku membuat dua buah mata yang ukurannya sama sulit sekali, apalagi kalau menggambar melalui komputer... double-double, deh! Tapi, aku gak bakal nyerah, pasti aku bisa membuat gambar yang lebih bagus daipada ini! Latihan terus, 'kan seperti kata orang 'practice makes perfect'.


Monday, March 17, 2014

Pengalaman Camping Yang Pertama

Pada hari Jum'at dan Sabtu kemarin aku mengikuti acara camping untuk kelas 7 yang diadakan oleh sekolahku. Acara camping ini diadakan di Rumah Kebon, Cinangka-Sawangan, Depok. Satu hal yang membuatku senang, karena tempatnya tidak jauh dari rumahku dan aku bisa kesana cukup dengan berjalan kaki, yah, walaupun aku tetap dianterin sama Papi kesana karena barang bawaan yang serba berat, serba ribet, dan bikin pundak pegel-pegel.

Ketika hari Jum'at, sepulang sekolah, aku segera memasukan barang-barang yang belum kumasukan semalam. Ya, aku sudah menyiapkan barang-barang sejak semalam. Karena tas sekolahku kecil, aku meminjam tas travelling Papi yang sizenya lumayan besar. Yah, walaupun tasnya tampak sudah kepenuhan barang aku tetap memakainya karena tidak ada pilihan lain.

Setelah mandi, lalu berpakaian pramuka lengkap (enggak lengkap banget sih, cuma kurang peluitnya) aku makan siang untuk mengisi perutku. Karena waktu yang ditetapkan oleh sekolah jam 2 siang sudah ada disana, ketika jam setengah 2 aku berangkat diantar Papi naik motor sambil membawa tas dan dua buah tongkat pramuka.

Sampai disana, ternyata sudah ada Cazel, Annida, Mima, dan kawan-kawan. Setelah pamit sama Papi, aku segera menaruh barang-barangku di salah satu pojok lalu segera registrasi sama Kakak Pembinanya (aku lupa namanya). Setelah mendapat kartu peserta, aku memasang bendera reguku, Edelweiss 71, ditongkat. Tak lama kemudian terdengar bunyi peluit Kak Syarif yang memanggil para ketua regu. Aku segera kesana sambil membawa bendera. Ternyata pembagian tenda bagi yang belum punya lalu memesan kepada Bu Sari, salah satu guru disekolahku sekaligus panitia acara camping. Kalau soal tenda, reguku sudah menyewa dengan seorang saudara anggotaku yang kebetulan menjual dan menyewakan tenda. Nah, temanku bilang kalau tendanya sudah dititipkan kepada Kak Syarif, maka aku menunggu sampai akhirnya giliran nama reguku dipanggil.

Setelah mendapat tenda, aku segera membawa tenda beserta perlengkapannya seperti tambang dan tongkat ke tempat mendirikan tenda. Lalu kami pun mendirikan tenda dengan bantuan kakak-kakak pembinanya. Setelah selesai mendirikan tenda, kami segera sholat ashar lalu baru apel pembukaan camping. Seusai itu kami sholat maghrib dan isyha berjamaah di musholla.

Baru setelah itu kami diperbolehkan masak dan makan. Walau belum kegiatan, kami sangat capek. Apalagi ketika mendirikan tenda. Susah sekali, maksudku salah langkah terus sehingga harus mengulang-ngulang lagi. Belum lagi panas terik matahari yang begitu menyengat walau saat itu sudah sore. Saat itu teman-teman sudah hampir putus asa, dan ingin menangis apalagi ketika melihat regu-regu lain yang sudah selesai, rapih, dan sedang beristirahat. Untung saja ada kakak pembina yang datang lalu mengajari kami memasang tendanya.

Oh, ya, jangan kira ketika kalian membaca postingan ini mengira aku santai-santai aja sebagai ketua regu. Tidak sama sekali! Aku bolak balik gak keruan dipanggil oleh kakak pembina sehingga tidak melepas sepatu ketika masuk tenda, selalu stand by senter, SKU, buku catatan kecil, pulpen, dan bendera regu. Aku ingat, ketika masakan sudah jadi dan hendak makan... bunyi peluit ketua regu dipanggil. Huh, kesalnya bukan main. Padahal sendoknya udah ada diujung lidah, terus perutnya lagi keroncongan, dan harum masakan nasi goreng ala Mita yang membuat air liur menetes... hah... Terpaksa aku langsung memakannya tanpa merasakan kelezatan ditiap kunyahannya (?).

Ketika sesi piknik, makan-minum, ngobrol, ketawa haha-hihinya selesai, waktunya kita latihan untuk persiapan pentas seni ketika acara api unggun. Setiap regu diwajibkan untuk membuat yel-yelnya sendiri. Kami pun berlatih ditemani pianika temanku, Aufa. Aku ingat sekali bunyi yel-yelnya:

(nada lagu Garuda Didadaku)
Pramuka dihatiku,
Tjuh satu kebanggaanku,
Regu Edelweiss nomor satu, 
Yang ku mau!

(nada lagu Anak Kambing Saya)
Permisi, permisi,
Kami mau pramuka
Inilah kami dari regu Edelweiss,
Permisi, permisi
Kami mau pramuka
Inilah kami dari regu Edelweiss,
Reff:
Regu Edelweiss, hey, hey
Regu Edelweiss, hey, hey
Regu Edelweiss
Regu yang nomor satu
Repeat reff

(nge-rap, beybeeh!)
Inilah salam-salam,
salam dari kami regu Edelweiss
Inilah salam-salam,
salam dari kami regu Edelweiss
We're fungky, yo, yo,
Latihan, yo, yo,
Pramuka, yo, yo,
Inilah salam-salam,
Salam dari kami regu Edelweiss
(Asyah) 
Kami, kami dari tjuh satu,
Regu Edelweiss yang paling okee,
Kami ingin camping,
Maka sambutlah,
Regu Edelweiss yang paling kecee,
(semuanya)
Yo, yo, yo, yo
Ada Asyah, yo
Ada Syahla, yo
Ada Mita, yo
Ada Valin, yo
Ada Filzah, yo
Ada Aufa, yo
Ada Enur, yo
Ada Widi, yo
Ada semua!

Kami pun menyanyikan yel-yelnya sama persis ketika acara api unggun. Ketika acara tersebut, banyak diselingi atraksi-atraksi dari kakak-kakak pembinanya yang lumayan humoris. Setelah acara tersebut berakhir, kami renungan malam hingga jam satu malam. Lalu baru tidur.

Yah, tapi kenyataannya enggak ada yang tidur. Well, ada beberapa yang tidur tapi terbangun gara-gara anak laki-laki yang bandel teriak-teriak bangunin yang perempuan kalau udah waktunya jurit malam. Gara-gara itu, kakak pembinanya turun tangan alias marah-marah kenapa belum tidur lalu dipaksa tidur, dan diawasi. Dan kalau ada yang berani atau nekad ngelawan, yah, tahulah nasibnya sendiri :p

Aku tertidur pulas, sampai akhirnya tiba-tiba terbangun. Aku terjaga beberapa menit, lalu tiba-tiba ada kakak pembina yang teriak-teriak bangunin kita semua untuk jurit malam. Aku pun segera membangunkan teman-teman yang lain yang langsung panik karena disuruh berganti pakaian menjadi pakaian lengkap pramuka dalam sepuluh detik. Ya, mereka panik karena udah ganti baju bebas seutuhnya sedangkan aku malah masak pop mie-ku dengan santai karena, yah, masih berpakaian pramuka lengkap :p Bagaimana ya? aku sama sekali tidak melepas atribut sama sekali. Aku tidur? pakai kaus kaki sepatu. Bagaimana dengan topi? masih bertengger diatas kepalaku. Dasi, kartu peserta, SKU, buku catatan, dan lain-lain semuanya ada. Kenapa? Takutnya pas lagi tidur nyenyak gitu dipanggil, hehe...

Ketika keluar tenda, ternyata masih gelap. Ku-cek HP ku ternyata masih jam 2. Hah? jam dua kukira udah jam 4 atau 5 gitu, ternyata masih jam 2. Wah, ternyata aku cuma tidur sejam-setengah jam, sobat!

Kembali ke cerita...

Setelah siap, kami ke lapangan lalu diberi misi (cielah) atau tugas untuk jurit malam. Sebenarnya tidak bisa dibilang jurit malam, sih, soalnya cuma keliling-keliling gitu nyari kakak pembina dan tidak satu regu saja, banyak! Aku bersama sebelas regu, jadi untuk apa takut? Aku, sih, gak takut tapi teman-temanku yang takut apalagi ketika mereka ngaku mencium bau melati... Ngapain takut? Kita lagi jalan didaerah kebun bunga, disebelah ada pohon melati terus disekelilingin ada banyak orang. Itu juga bukan jurit malam, cuma kayak belajar materi dalam kegelapan, hehe. Aku juga kurang memperhatikan, sih, soalnya aku setengah tertidur.

Setelah jurit, eh ralat, jalan malam maksudku, kami sholat subuh berjamaah di musholla. Lalu mandi. Enggak mandi, sih, cuma modal cuci muka gosok gigi buang air aja. Terus pakai wewangian, pake handbody, pake rexona, pake bedak, pake minyak telon, terus dandan, fresh dalam seketika 'kan? Kami langsung berganti pakaian menjadi pakaian olahraga. Lalu berolahraga di lapangan. Setelah itu berganti pakaian lagi jadi pakaian pramuka seperti yang disuruh kakak pembina. Sebenarnya banyak anak yang gak setuju dengan alasan "bau, kak.", "basah, kak.", "gak nyaman, kak.", dan alasan lainnya. Tapi jika kakak pembina sudah berkata, ya sudah, mau bagaimna lagi walaupun bau baju pramukanya sudah bau semerbak, hmm, asem.

Seseusai berganti pakaian, kita semua sarapan. Ketika ingin masak menu andalan disaat bumbu abis, yaitu mie, ada pengumuman dari kak Syokowi kalau kita dapat jatah makan, horee! Ternyata kita mendapat nasi bungkus. Ketika didalam tenda dan jatah sudah dibagikan, teman-teman menebak apa isi dalam nasi bungkus itu.

"Ayam, ayam." tebak Mita, anak-anak lain juga bersependapat. Dan ketika dibuka, taraa~, ternyata telur balado, bihun goreng, dan kerupuk. Walau sederhana, teman-teman menghabiskan makanan dengan lahap, maklum, lapar.

Setelah sesi lapar-lapar, makan, kenyang, kita ke lapangan lagi untuk latihan baris berbaris dengan tongkat sekaligus pengambilan nilai. Sehabis itu baru deh siap-siap pulang. Sebenarnya, kita harus apel penutupan dulu sekaligus pembagian piala bagi regu putra putri tergiat. Tapi, karena banyak yang sudah capek dan kabur duluan kita gak apel penutupan. Ya, gimana mau apel penutupan kalau anak yang masih ada tinggal sedikit?

Jadi aku menunggu sampai Papi menjemput. Setelah dirumah aku mandi sebersih mungkin lalu tertidur pulas. Dan akhirnya pembagian piala pun ditunda sampai hari Senin. Dan ternyata regu Edelweiss 71 mendapat juara ke dua regu putri tergiat, horee!

Sunday, February 16, 2014

Kenangan Yang Tak Terlupakan

Pada tanggal 13 Februari kemarin, aku berulang tahun yang ke-13. Aku senang sekali :D
Untuk merayakan hari ulang tahunku, aku membeli satu kue brownies, dan sekotak roti cokelat dan keju buat aku, Mita, Valin, Ala, dan kembarannya, Ana.

Ketika disekolah, hampir seluruh teman-teman sekelasku mengucapkan selamat ulang tahun. Mereka tahu karena setiap tanggal ulang tahun anak kelas 7-1 ditulis di kalender. Oh, ya, tidak hanya teman-teman sekelasku yang ingat ulang tahunku, tapi anak kelas lain yang kenal denganku juga seperti Bella dan Fakhri dari kelas 74, Keisya Julia dari 75, Ana dan Aulia dari 79, pokoknya banyak, deh. Tapi, aku gak tahu kalau mereka tahu hari ulang tahunku karena gak pernah kukasih tahu -_-

Waktu pelajaran ke-3 dan 4 alias Bahasa Indonesia, Bu Rumita gak masuk karena harus pergi. Lalu teman-teman perempuanku berniat memberikanku suprise! Ya, jadilah suprise! dua buah kado dari teman-temanku. Yang satu sebuah buku diary hello kitty hasil patungan teman-temanku, dan satunya lagi sebuah buku tulis dari teman sebangkuku, Mita. Walau tak seberapa, aku tetap senang kok :) Oh, ya, ada satu hadiah yang nyusul ketika hari Jum'at tanggal 14 Februari, yaitu sebuah figura foto berbentuk hati yang dilapisi oleh kain flanel berwarna merah dari Annida.

Aku tidak menyangka kalau teman-teman sekelasku perhatian sekali kepadaku, sampai-sampai memberikanku hadiah. Aku merasa seperti ini karena ketika bulan-bulan yang lalu ketika teman-temanku yang lain ulang tahun, tak ada yang merayakan :(

Akhirnya dua kue yang tadi hanya buat aku dan keempat temanku. dibagi untuk seluruh teman sekelasku. Brownies untuk yang perempuan dan yang sekotak roti isi buat yang laki-laki dan dipotong dengan alat makan seadanya, yaitu ujung gagang sendok teh :D Untung semuanya kebagian, lho.

Ketika malam harinya dirumah, aku, mama, papi, Ashira, Moses, dan Maira sekeluarga berdoa untukku. Lalu tahu-tahu besoknya nenek Cipanas nelpon, mengucapkan selamat ultah untukku. Ternyata, nenek lupa kemarin aku berulang tahun. Tapi, tidak apa-apa 'kan akhirnya ingat juga, toh :D

Yah, yang jelas waktu kemarin aku senang sekali :)

Friday, February 7, 2014

Gambar Lewat Komputer

Gambar ini kugambar melalui sofware paint, dan agak susah apalagi ketika membuat garis-garisnya. Perwarnaannya juga belum terlalu bagus karena aku baru beberapa kali menggambar lewat komputer. Nanti dilain waktu, akan kucoba menggambar yang lebih bagus.